Tampilkan postingan dengan label Berita Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Lokal. Tampilkan semua postingan

Menariknya, SBY Pakai Baju Merah...

Sabtu, 18 Desember 2010

Ini pandangan yang berbeda dari seorang pengamat politik, Yunarto Wijaya, tentang gegap gempita sepak bola Indonesia. Perhelatan AFF 2010 memang menarik perhatian seluruh masyarakat negeri ini. Tetapi, Yunarto tetap menyorotinya tak jauh-jauh dari dunia politik.


Menurutnya, satu hal yang paling menarik dari pertandingan Indonesia vs Filipina pada Kamis (16/12/2010) malam adalah Presiden SBY yang berbaju merah. Mengapa? Selama ini, Stadion Senayan sering menjadi tempat kampanye bagi SBY maupun partainya, Demokrat. Dan saat itu, ia selalu berbaju biru, warna identik partai yang didirikannya.

"Nah, yang paling menarik dari pertandingan kemarin itu, Pak SBY berani memilih baju merah daripada baju biru. Itu yang menarik. yang punya baju merah tidak protes, yang punya baju biru tidak masalah," kata Yunarto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (18/12/2010).

Warna-warni yang selama ini membedakan kekuatan politik dinilai bisa melebur dalam warna merah putih. "Nasionalisme terbentuk ketika ada kinerja nyata, kerja sama yang kita sebut berasal bukan dari elit maupun bangsawan tapi sepak bola," ujarnya.

Apatisme yang muncul terhadap kinerja pemerintah dan hiruk pikuk politik, menurutnya, harus belajar dari euforia masyarakat terhadap Tim Nasional. Sebab, kata Yunarto, optimisme dan harapan justru datang dari hal lain diluar pemegang kekuasaan.

sumber : kompas.com
Continue Reading | comments

Wuih, Polisi-polisi Cantik Jago Ngebut

Jumat, 17 Desember 2010

Ada pemandangan berbeda di area Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/12/2010) pagi. Sedikitnya 13 polisi wanita unjuk gigi dengan memacu motor besar (moge) dalam kecepatan tinggi.


Para polisi wanita (polwan) anggota Brigade Motor Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya itu begitu lincah mengemudikan sepeda motor Harley Davidson berkapasitas mesin 1.690 cc. Wajah mereka penuh senyum, tapi juga serius berkonsentrasi dalam melakukan atraksi.

Suatu ketika mereka berjalan pelan dan berliuk-liuk mengatur formasi. Kadang-kadang mereka juga harus tancap gas tanpa takut bertabrakaan dengan kendaraan lain dalam barisan. Ada pula adegan di mana mereka berdiri tanpa memegang stang di atas sadel sepeda motor. Para polisi cantik yang berboncengan pun ikut unjuk gigi dengan saling bergantian mengemudikan sepeda motor yang sama saat melaju di jalanan.

Begitulah atraksi yang mereka pertontonkan pada acara penutup Apel Besar dan Penyerahan Bantuan Sepeda Motor Patroli Roda Dua dari Pemprov DKI kepada Polda Metro Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyerahkan tujuh sepeda motor patroli Harley Davidson senilai Rp 5 miliar. Fauzi Bowo mengatakan, kendaraan tersebut diberikan untuk membantu Polda Metro Jaya dalam penanganan lalu-lintas, terutama untuk mengurai kemacetan di Jakarta.

"Keberadaan dari petugas (patroli) itu perlu. Kami lihat, di persimpangan-persimpangan yang kritis terjadi macet, itu karena tidak ada petugas yang mengatur lalu-lintas," kata Fauzi Bowo seusai acara tersebut.

Awal November lalu, Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya menanda-tangani kesepakatan pembentukan satuan petugas antikemacetan yang akan mengawasi titik-titik rawan macet dan sterilisasi busway. Petugas ini beranggotakan 468 personil gabungan dari Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja DKI, dan Komando Garnisun Tetap

sumber : kompas.com
Continue Reading | comments

Wow! Ada Bunga Bangkai Tumbuh di Rumah Warga di Cipinang Muara

Rabu, 15 Desember 2010

Bunga bangkai merupakan salah satu tanaman langka yang hidup di Sumatera. Namun tak dinyana, bunga yang menyebarkan aroma yang menyengat itu ternyata bisa tumbuh juga di rumah warga di Jl Pembina No 5 RT 13 RW 2 Kelurahan Cipinang Muara Kecamatan Jatinegara, Jaktim.

Sa'ari, yang rumahnya ditumbuhi bunga bangkai itupun sama sekali tak menyangka. Bunga bangkai itu ternyata sudah tumbuh sejak sebulan yang lalu.

"Awalnya saya curiga paving block rumah terangkat. Waktu saya lihat ternyata ada tanaman yang tumbuh. Saya nggak tahu pohon apa. Saya biarkan saja tumbuh besar," ujar Sa'ari di rumahnya.

Selama seminggu dibiarkan, lanjut Sa'ari, bunga bangkai itu sudah memiliki ketinggian hingga 50 cm. Bunga bangkai itu pun masih belum menarik perhatian Sa'ari. Hingga akhirnya Selasa (14/12) sore sekitar pukul 16.00 WIB, selepas salat Ashar, Sa'ari mengaku mencium aroma bau bangkai di rumahnya.

"Saya cari kemana-kemana takutnya ada bangkai tikus. Tapi nggak ada. Pas di halaman baunya makin dekat. Ternyata muncul dari bunga," ujarnya.

Menurut Sa'ari, bunga itu itu banyak dikerumuni lalat. Dari sore hingga malam, bau bangkai bunga tersebut sangat menyengat hingga ke belakang rumah. Padahal sebelumnya baunya tidak pernah tercium.

"Saya mengira mungkin itu bunga bangkai. Lalu anak saya telepon camat bilang ada bunga bangkai di rumah. Camat lalu datang dan meminta saya memagari bunga tersebut. Katanya itu bunga langka," tandasnya.

Hingga pagi tadi, rumah Sa'ari pun mulai dikerumuni warga. Warga penasaran ingin melihat langsung bunga bangkai yang ditumbuh di rumah Sa'ari. Bunga bangkai tersebut terletak di halam rumah Sa'ari.

Bunga tersebut sudah dipagari Sa'ari dengan bambu-bambu. Di dalamnya pun ditulisi 'Jangan disentuh! Jarak lihat maksimal 2 meter'. Meski begitu warga terus menyaksikan bunga langka tersebut sambil mengambil foto melalui telepon seluler.

Sa'ari mengaku tidak akan menjual bunga ini meski nantinya ada yang menawar. "Saya mau pertahankan dulu. Kalau dijual nggak dulu. Lagian ini bunga langka," tutupnya.

sumber : detik.com
Continue Reading | comments

Cihuii... Kereta Api Mulai Dipasangi WiFi

Jumat, 10 Desember 2010

Mulai tahun ini PT Kereta Api Indonesia akan menambah layanan untuk pelanggan di dalam kereta api dengan memasang jaringan WiFi. Sebagai pilot project, WiFi akan dipasang di dua rangkaian kereta, yaitu di kereta Argo Parahyangan dan Argo Jati. Belum ada informasi apakah layanan WiFi ini akan gratis atau berbayar.

Yang pasti, untuk mendukung jaringannya, PT KA menggandeng PT XL Axiata sebagai provider. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Jakarta, Rabu (8/11/2010), oleh Direktur Commerce XL Joy Wahjudi dan Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito.

"Bagi XL, kerja sama ini merupakan kesempatan sangat berharga dalam mendukung langkah PT KA sebagai perusahaan jasa transportasi utama milik negara yang melayani jutaan pelanggan setiap tahunnya," kata Joy Wahjudi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Kerja sama ini juga meliputi sejumlah hal, yaitu antara lain penyediaan telepon umum gratis (TUG) di stasiun-stasiun kereta, pemesanan dan pembelian karcis kereta api melalui layanan XL Tunai, serta penempatan branding di dalam kereta. Sementara itu, kedua pihak juga terus menjajaki kemungkinan pengembangan konten Kereta Api Mobile Application (Kabila) untuk pelanggan XL agar lebih mudah memperoleh informasi pemesanan tiket dan jadwal kereta api.

"Ini adalah bentuk layanan tambahan kami kepada para pengguna jasa kereta api, diharapkan mereka semakin nyaman selama menunggu di stasiun dan di atas kereta api selama perjalanan sampai ke tujuan," kata Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

XL bakal meningkatkan kualitas jaringannya, baik di dalam gerbong maupun stasiun kereta, antara lain penambahan multi-protocol label switching (MPLS) di unit-unit PT KAI, yang saat ini sudah meliputi 140 lokasi, dan sisanya lebih kurang 374 lokasi lagi. Dengan sarana dan jaringan komunikasi yang memadai ini, PT KAI akan dapat segera mengembangkan jaringan online antarstasiun dan kantor cabang, yang antara lain dapat dimanfaatkan bagi penyediaan layanan pemesanan dan pembayaran tiket secara elektronik.


sumber : kompas.com
Continue Reading | comments

Gila, Harga Premium Rp 15.000 Per Liter

Beberapa hari terakhir masyarakat Kotabaru, Kalimantan Selatan, resah karena premium di sejumlah daerah mulai langka dan, jikapun ada, harganya mencapai Rp 15.000 per liter.

Seorang warga Jalan Suryaganggawangsa Kotabaru, Sutomo, Jumat (10/12/2010), mengatakan tidak dapat mengoperasikan kendaraannya karena tidak ada kios yang menjual premium.

"Jika ada kios yang menjual premium, harganya mencapai Rp 15.000 per liter," katanya.

"Meski harganya lebih dari itu, masyarakat tetap saja akan membeli, yang penting barangnya ada," tambah guru SDN Sungai Pasir itu.

Namun sayang, beberapa hari terakhir kios-kios yang biasanya menjual premium kini tidak lagi berjualan karena mereka tidak diperbolehkan membeli premium dengan menggunakan jeriken.

Menurut warga Kotabaru, Mariono, akibat pengecer tidak diperbolehkan membeli bensin di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) dengan menggunakan jeriken tersebut, tidak ada kios yang menjual besin di pinggir-pinggir jalan.

"Jika ada kios yang menjual, mereka mendapatkan dari pelangsir yang antre dengan kendaraan, lalu disedot dan dijual," terangnya.

Warga Kelumpang Selatan, Rahim, menambahkan, mereka terpaksa berjalan kaki, tetapi sebagian menggunakan sepeda ontel untuk berangkat kerja di perkebunan kelapa sawit dan aktivitas lainnya.

Hal yang sama juga dialami oleh masyarakat di beberapa daerah kecamatan di Kotabaru.

Bahkan untuk menyiasatinya, sebagian warga terpaksa antre premium dengan menggunakan kendaraan roda dua di SPBU.

Sesampai di rumah atau di tempat sunyi, tangki kendaraan yang telah berisi premium sekitar 4 liter itu disedot untuk disimpan, bahkan dijual dengan harga yang telah disepakati kedua belah pihak.

Selanjutnya mereka kembali antre ke SPBU lain agar tidak ketahuan oleh petugas SPBU.

Pantauan di lapangan, sejak pukul 06.00 Wita, sejumlah SPBU di Kotabaru telah dipadati kendaraan roda empat dan roda dua yang antre premium.

Di antara antrean panjang tersebut, tidak tampak warga yang antre bensin dengan menggunakan jeriken karena petugas SPBU tidak lagi melayani pembelian premium dengan jeriken.

Hal itu yang menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan premium di tempat pengecer sehingga harganya mencapai Rp 15.000 per liter.

Rata-rata mereka baru mendapatkan premium setelah mengantre selama dua sampai tiga jam.

Kepala Depo Pertamina Kotabaru Imam Hardjito hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait pembatasan pembelian premium bagi pengecer yang menggunakan jeriken.

sumber : kompas.com
Continue Reading | comments (1)

New Post

Shoutbox

CLICK DOLLAR HERE

JOIN and GET 25 $ CASH
Join Now
  • Get $25 to start
  • Earn up to $20/day
  • Earn $10 per referral
 
Support : Anas Arema.co.nr | Maya Chentil.co.nr | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Blog Berita Dan Info Online - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger