Home » , » Beginilah Rasanya Divonis HIV Positif

Beginilah Rasanya Divonis HIV Positif

Ketika hasil tes darah menunjukkan seseorang mengidap HIV positif, kondisi sesungguhnya ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Tidak hanya akan hidup selamanya dengan virus tersebut, tetapi yang terkadang lebih buruk adalah seseorang harus menghadapi stigma negatif dari masyarakat.

Tak mudah untuk menerima kenyataan ketika seseorang pertama kali mengetahui dirinya mengidap HIV. Ibarat menerima vonis mati, reaksinya bisa bermacam-macam. Ada yang biasa saja karena memang belum tahu apa-apa tentang HIV, ada juga yang kaget hingga tak mampu berkata-kata.

Bagaimanapun tidak semua orang bisa menerima dan memperlakukan pengidap HIV seperti manusia pada umumnya. Sebagian masih beranggapan penyakit ini hanya diderita oleh orang-orang yang memiliki perilaku tidak bermoral, misalnya menggunakan narkoba suntik dan seks bebas.

Selain itu, pengetahuan tentang cara penularan dan pencegahan HIV juga masih terbatas sehingga banyak yang paranoid atau mengalami ketakutan berlebih terhadap pengidapnya. Tak jarang pengidap HIV dikucilkan dari pergaulan, dipecat dari tempat kerja hingga dikeluarkan dari sekolah.

Kemungkinan-kemungkinan ini tampaknya disadari betul oleh para pengidap yang tergabung dalam komunitas Rumah Philia, sebuah organisasi peduli HIV/AIDS yang berkantor di Rawamangun, Jakarta Timur. Saat berbincang dengan wartawan pada Sabtu (27/11/2010), beberapa orang menyampaikan perasaanya ketika pertama kali mengetahui dirinya HIV positif.

"Shock tentu saja.. ya, shock," ujar Tono, sebut saja demikian, seorang pria dengan HIV positif yang kini malah aktif menjadi relawan pendamping bagi sesama pengidap HIV positif di komunitas tersebut. Ia tampak kesulitan menemukan kata-kata yang sesuai untuk menggambarkan perasaanya.

Reaksi kaget atau shock merupakan reaksi paling umum dialami para pengidap HIV ketika pertama kali mengetahui dirinya terinfeksi. Kadang-kadang reaksi ini disertai dengan sikap penolakan atau denial, yakni perasaan tidak percaya pada hasil tes yang mendorongnya untuk melakukan tes ulang.

Namun yang lebih buruk, kadang-kadang kekagetan ini berkembang menjadi depresi berat karena memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin dihadapi akibat penyakit ini. Tidak banyak yang bisa melewati tahap ini dan bangkit seperti Tono untuk melakukan hal-hal yang lebih produktif.

Sementara itu Sarah, juga bukan nama sebenarnya, tampak lebih tenang dan bisa menyikapi vonis dengan lebih rasional. Ia mengetahui kondisinya memang buruk karena tidak akan bisa sembuh, namun justru respons dari lingkunganlah yang menurutnya akan lebih buruk.

"Kalau ingin tahu rasanya divonis HIV, bayangkan saja jika saudara atau kerabat Anda kena penyakit mematikan misalnya kanker. Rasanya seperti itu, kita sudah tahu bahwa kita tidak akan sembuh. Bedanya kanker tidak perlu malu sementara HIV selalu dianggap negatif. Dikira pemakai narkoba lah, seks bebas lah," katanya.

Memang tidak semua orang langsung berpikir soal kemungkinan-kemungkinan buruk. Putri, seorang pengidap HIV positif yang ditemui detikHealth di acara terpisah pada Selasa (23/11/2010), bahkan tidak terkejut sama sekali ketika hasil pemeriksaan sebelum operasi amandel menunjukkan darahnya terinfeksi HIV.

"Waktu itu yang penting bisa operasi amandel saja, tidak kepikiran dampaknya akan seperti apa," ungkap Putri yang baru merasakan bahwa HIV benar-benar mengubah hidupnya ketika ia dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja tak lama setelah itu.

Karena tidak mudah untuk menerima kenyataan seperti ini, tes HIV tidak bisa sembarangan dilakukan. Tes semacam ini harus didahului dengan konseling dan pendampingan psikologis atau disebut voluntary counseling test (VCT) untuk mengantisipasi reaksi-reaksi yang berakibat buruk bagi kejiwaan.
Share this article :

0 comments:

 
Support : Anas Arema.co.nr | Maya Chentil.co.nr | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Blog Berita Dan Info Online - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger