Home » » TKW asal Cianjur Diperkosa dan Dibunuh Majikannya Di Arab Saudi

TKW asal Cianjur Diperkosa dan Dibunuh Majikannya Di Arab Saudi

Impian Kikim Komalasari mendapatkan gaji Rp 2 juta/bulan di negeri orang pupus sudah. Dia meregang nyawa setelah dianiaya majikannya di Arab Saudi. Perusahaan penyalur Kikim, PT Bantal Perkasa Sejahtera, telah menyampaikan kabar duka ini kepada keluarganya.

"Kami sudah menelepon keluarganya untuk mengabarkan. Petugas kita juga sudah jalan ke Cianjur untuk menemui keluarganya," ujar salah seorang petugas PT Bantal Perkasa Sejahtera, Jumat (19/11/2010).

Uang santunan dan asuransi jiwa Kikim juga akan diserahkan kepada pihak keluarganya di Cianjur, Jawa Barat. Bila pihak keluarga Kikim menginginkan jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan di Tanah Air, maka PT Bantal Perkasa akan memfasilitasinya.

"Kalau mau dimakamkan di sini, nanti kita bantu mengurus. Terserah keluarga mau dimakamkan di sini atau di sana," ucap petugas itu.

Migrant Care juga berencana untuk datang ke rumah Kikim di Cianjur. Mereka akan memberikan kontribusinya.

"Kami sedang komunikasi dengan PT Bantal. Kami akan datang ke Cianjur," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, kepada detikcom.

Dikatakan dia, Kikim bekerja di Arab sejak Juli 2009. Saat ditemukan, kondisi jenazah menunjukkan tanda bekas diperkosa. Tubuhnya juga dipenuhi lebam sebagai tanda mendapat kekerasan.

"Menyedihkan, apalagi diletakkan pada posisi yang sangat rendah karena dibuang di tempat sampah," ucap Anis.

Kikim adalah warga Cianjur yang lahir pada 9 Mei 1974. Kikim memegang paspor AN 010821 yang masa berlakunya adalah 15 Juni 2009 hingga 15 Juni 2012.

Berdasarkan laporan awal petugas KJRI Jeddah di Kota Abha, diketahui korban bernama Kikim Komalasari bt. Uko Marta. Kikim diduga dibunuh oleh majikannya di Abha pada H-3 Idul Adha. Informasi dari Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan menyebutkan Kikim dibunuh dengan cara digorok dan jasadnya dibuang ke tempat sampah.

Menurut Menlu Marty Natalegawa, kepolisian Arab Saudi awalnya mengira jenazah Kikim adalah warga negara Bangladesh. Karena itu sempat beberapa waktu, tewasnya Kikim tak kunjung disampaikan ke KJRI di Arab Saudi.

"Saat ini KJRI sudah meluncur ke Kota Abha untuk memastikan jati diri jenazah Ibu Kikim dan juga untuk mengambil langkah ke depan. Proses hukum sudah bergulir. Kami ketahui majikan melakukan tindakan pidana itu telah ditahan oleh aparat kepolisian Arab Saudi," tegas Marty
Share this article :

1 comments:

Unknown mengatakan...

Hendaknya Negara bertanggung jawab atas kejadian penyiksaan saudara kita SUMIATI dkk, karena Negara dan Pekerjanya tidak dapat memberikan pekerjaan di dlm negeri sendiri apalagi jaminan sosial.
Pekerjaan TKW tidak membebani APBN, justru menambah devisa, tapi mengapa perhatian kesejahteraan justru didapat oleh “pembeban APBN” alias si “sedikit kerja, banyak duwitnya. sebuah pertanyaan yg layak dicarikan jalan keluar “SECEPATNYA !!!”

 
Support : Anas Arema.co.nr | Maya Chentil.co.nr | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Blog Berita Dan Info Online - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger