Home » » Eks Rumah Dr Soetomo di Surabaya Ditemukan?

Eks Rumah Dr Soetomo di Surabaya Ditemukan?


Pertanyaan besar yang selama ini tak pernah terjawab. Di mana pahlawan nasional Dr Soetomo selama 15 tahun berada? Sebuah kabar mengejutkan. Ternyata tokoh Kebangkitan Nasional diyakini menghabiskan sisa hidupnya di sebuah rumah di Jalan Simpang Dukuh, Kota Surabaya.

Selama ini buku sejarah jarang menyebutkan keberadaan Dr Soetomo sejak 1923 hingga akhir hayatnya 30 Mei 1938. Tidak ada yang tahu dimana selama 15 tahun Pak Tom demikian sapaan Dr Soetomo tinggal.

Ya, Pak Tom diam-diam memang tinggal di jantung kota Pahlawan. Tak ada yang mengendus. Bahkan Pemerintah Kota Surabaya saja tidak mengetahuinya. Lebih 163 bangunan cagar budaya di Surabaya tidak tercatat rumah Dr Soetomo.

Kabar ditemukannya rumah Pak Tom itu dilansir situs, Sawoong.com, penulisnya Kuncarsono Prasetyo. "Beruntung saya menemukan buku lawas di Jalan Semarang yang akhitrnya bisa menjawab tanda tanya selama ini," kata Kuncarsono Prasetyo (33) saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (2/12/2010).

Buku itu lanjut dia, berjudul Peringetan Rapat Taoenan PBI Pertama. Di dalamnya ada sebuah foto yang menjepret tulisan Dr Soetomo dalam sebuah memo. Tertulis di kop surat itu Raden Soetomo Huidarts, Simpang Doekoh 15 Soerabaia.

"Tulisan di kop memo itu berbahasa Belanda namun kop kertas memo itu yang menyita perhatian," kata pemuda yang menekuni bisnis kaus ala Surabaya Tempoe Doloe 'Sawoong' ini.

Dari petunjuk itu, Kuncarsono yang pernah menjadi wartawan ini pun melakukan penelusuran pada tahun 2008. Beruntung, nama Jalan Simpang Dukuh hingga sekarang masih ada. Dia pun mengaku sudah melakukan konfirmasi ke sejumlah pihak, termasuk pemerintah kota dan budayawan senior. Salah satu yang bisa memastikan alamat tersebut benar yang pernah dihuni Pak Tom adalah Alm Kadaruslan atau Cak Kadar, budayawan gaek Surabaya.

"Saya akhirnya menemukan bangunan yang tidak utuh lagi, di Jl Simpang Dukuh. Hanya nomornya ganti 47, tak lagi 15. Cak Kadar membenarkan jika itu lokasi itu pernah ditinggali Pak Tom," ujar Kuncarsono yang dikenal sebagai pemerhati cagar budaya ini.

Seluruh halaman bangunan yang sudah direnovasi sekarang ditumbuhi rumput, dan semak. Rerimbunan pohon di depannya yang menutupi wajah bangunan ini. Bangunannya pun pasti sudah lapuk dan siap-siap ambruk. Rumah bersejarah itu sebenarnya gagah. Halamannya luas, lokasinya stategis karena persis berada di belakang Hotel Inna Simpang. "Saya yakin itu bekas rumah Pak Tom," kata Kuncarsono yang pernah memastikan temuannya kepada seorang profesor guru besar ilmu politik universitas di Amerika.

"Guru besar berdarah Belanda itu masa kecilnya hidup di Surabaya dan bertetangga Pak Tom. Rumah dia sekarang berdiri dealer motor," tambah Kuncarsono.

Dalam tulisan Kuncarsono, di Surabaya, Pak Tom bekerja sebagai dosen di Nederlandsch Indisch Artsen School (NIAS) yang sekarang menjadi Fakultas Kedokteran Unair. Selain itu Pak Tom juga berpraktik di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ). Penduduk Surabaya kerap menyapa dengan Rumah Sakit Simpang. Sekarang rumah sakit legendaris itu menjadi Plaza Surabaya.

Karier politik Pak Tom juga dipupuk di kota ini. Dia mendirikan sentra aktifitas politik dengan membangun Gedong Nasional Indonesia (GNI) di Bubutan. dai juga mendirikan Partai bangsa Indonesia di tempat yang sama. Termasuk setumpuk aktifitas kepartaian yang bakal.

Sumber : us.surabaya.detik.com
Share this article :

0 comments:

 
Support : Anas Arema.co.nr | Maya Chentil.co.nr | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Blog Berita Dan Info Online - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger